a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Kamis, 01 Desember 2016

NEGERI PARA PELAWAK

Cerita terjadi disuatu negeri yang menjunjung tinggi nilai - nilai demokrasi dan kebinnekaan serta persamaan hak. Akhir - akhir ini petinggi negeri tersebut sibuk bahkan sangat sibuk, mulai dari yang jabatannya biasa - biasa saja hingga presidennya.
Penyebabnya adalah ketika seorang anak emas negeri tersebut membuat pernyataan yang menghebohkan jagat raya. Dimana pernyataannya dianggap telah menistakan Agama yang di anut oleh mayoritas penduduk negeri. Si anak emas sebut saja "sianu" oleh para pendukungnya di anggap
manusia setengah dewa yang tak pernah salah dan tak mungkin salah. Sianu memang luar biasa, bukan saja masyarakat dari kalangan biasa yang menjadi pemujanya namu petinggi negeripun ramai yang menjadi pemujanya.
Persoalan kemudian muncul ketika mayoritas penganut Agama yang di nistakan melakukan protes kepada petinggi negeri agar segera diambil tindakan hukum terhadap sianu. Bukannya segera menindak lanjuti apa yang menjadi aspirasi rakyatnya, sang presiden yang kebetulan pemuja sianu beserta pemuja - pemuja sianu lainnya justru sibuk membangun opini seolah - olah negara dalan krisis kebinnekaan, maka diadakanlah apel kebinnekaan di seluruh penjuru negeri. Orang yang menuntut proses hukum yang adil bagi sipenista agama di anggap tidak menghargai keberagaman, tidak menghargai kaum minoritas serta dianggap tidak siap berdemokrasi.
Padahal sesungguhnya justru orang yang tidak menghargai dan menghornati kepercayaan orang lainlah yang tidak menghargai dan menghormati perbedaan dan keberaman itu, yakni sianu. Persoalannya sederhana, tangkap penista agama, maka semua menjadi normal. Jadilah orang cerdas dalam mengatasi persoalan bukan jadi pelawak.

0 komentar:

Posting Komentar