a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Kamis, 01 Desember 2016

Ironi Negara Pancasila

Pancasila, selain sebagai dasar Negara juga merupakan sumber dari segala sumber Hukum yang ada di Negara Indonesia. Setiap peraturan perundang - undangan yang ada mestilah mengacu kepada
Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan nilai - nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu sendiri. Bukan itu saja, Pancasila
merupakan sesuatu yang dianggap sakral dinegara ini, Pancasila tidak boleh dihina kecuali anda siap untuk dipenjara.
Oleh karenanya siapapun yang memimpin Negara ini tidak boleh ragu untuk melaksanakan nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut secara utuh antara sila - sila yang ada. Tidak boleh melaksanakan beberapa sila saja dan mengabaikan sila lainnya. Mengingat hubungan antara sila satu dan lainnya saling mengisi.
Saat ini pemerintah sedang di uji, apakah mampu melaksanakan nilai - nilai Pancasila tersebut ?
Akhir - akhir ini kita menyaksikan hampir seluruh daerah di Indonesia mengadakan apel Nusantara Bersatu. Salah satu sebab diadakannya kegiatan tersebut adalah bertujuan meningkatkan kembali rasa persatuan anak bangsa yang katanya mulai kehilangan rasa kebinnekaan, tidak lagi bisa menghargai keberagaman. Kesimpulan itu diambil setelah melihat aksi demonstrasi yang marak terjadi di berbagai tempat di tanah air. Seolah - olah aksi yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam adalah indikasi tidak siapnya umat Islam hidup dalan keberagaman atau kebinnekaan.
Kesimpulan itu tentulah sangat prematur dan tidak berdasar. Pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden mesti faham (atau hanya pura - pura tidak faham) bahwa sesungguhnya yang diperjuangkan umat Islam adalah bagian dari menjalankan nilai - nilai Pancasila secara utuh. Bukankah sila pertama dari pancasila adalah ketuhanan yang maha Esa ? Lantas salahkah jika kemudian umat Islam marah lalu mengekspresikan kemarahannya dalam bentuk AKSI DAMAI karena kitab sucinya dihina ? Dihina oleh orang yang tidak mempercayainya sebagai firman Tuhan. Siapakah sesungguhnya yang tidak siap hudup dalam keberagaman ? Siapakah yang tidak Pancasilais? Dia adalah orang yang tidak bisa menghargai dan menghormati kepercayaan orang lain makanya dia menistakan Agama orang lain, menistakan kitab suci orang lain. Orang itu adalah AHOK, dialah sumber masalahnya, bukan umat Islam.
Sebuah ironi dipertontonkan sebagian petinggi negeri dan para kurcaci saat ini, sang penista di bela dan yang menuntut keadilan dianggap tidak pancasilais dan anti keberagaman.
Allahu 'alam bissawab.

0 komentar:

Posting Komentar