a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Minggu, 04 Desember 2016

Generasi Al Maidah 54

USTAD BACHTIAR NASIR

MASJID AGUNG AL AZHAR 4 DES 2016

Telah terjadi perubahan makna struktur.
Air bah tidak bisa terbendung..semua terseret...awalnya menolak di datangi di istana..namun datang sendiri ke Aksi Super Damai 212. Kelompok mereka mengadakan dua kalib upaya membangun opini tentang ABI..yaitu 19 Nov dan 30 Nov...keduanya membangun opini bahwa 212 tidak mewakili kebhinekaan NKRI.
Di media center 212..aksi ditonton live terlama di dunia..Kita jangan sampai gagal paham ttg kondisi saat ini. Didiklah murid dan anak kandung agar selalu meneladani Rasulullah.

GNPF bergerak atas kehendak Ilahi..kehadiran sudara2 di 212 merupakan kekuatan Allah..tidak ada hubungan apapun dengan politik..tidak ada hubungan dengan Prabowo dan SBY..ada yg mengatakan bahwa 212 dibiayai oleh Tommy Soeharto dll. Al Maidah 51 langsung memecah belah saat masa di jaman Rasulullah...telah memisahkan mana mukminun dan mana kafirun..penodaan Al Maidah sudah dilakukan kelompok mereka sejak lama...

Pada saat gelar perkara di Bareskrim, dua orang pembela terdakwa mengundurkan diri karena ketidakjujuran penyewa pembela.

Pendidikan terbaik krmbalikan kepada Al Quran...menyekolahkan di Kairo Mesir dll tidak ada jaminan. Karena orang2 yg ikut mendesain kondisi Indonesia spt sekarang ini adalah kelompok mereka..yg ikut mendatangkan Syeck dari Mesir untuk membohongi umat.

Presiden mendesain agar keluar fatwa bahwa sholat di jalan raya tidak sah...namun Presidennya sendiri datang sendiri ikut sholat Jumat..tokoh besar dipermalukan sendiri oleh Presidennya.

Al Azhar harus mampu menjadi garda terdepan dalam membela Al Quran. Habib Rizieq mendapatkan ancaman yg sangat menyakitkan dan bahkan menyenangkan...mulai dari ancaman jiwa..sampai ancaman tawaran berhektar-hektar tanah dan milyaran uang yg tiba2 ada di bagasi mobilnya. Tapi energi kecintaan terhadap Al Quran mengalahkan segalanya.

Indonesia akan dipecah belah menjadi negara jahiliyyah...sudah dipimpin orang kafir..di jadikan calon koloni Tiongkok...Saudara2 kami yg Muslim..yg Budha..yg Hindu..yg Konghucu..yg Kristen adalah saudara kita...musuh kita adalah tokoh2 politik dari segelintir taipan yg ditanam untuk mengacak-acak bangsa kita dengan berbagai dalih.

Ada generasi baru di Indonesia yg tidak apa2 dinistakan konstitusi dari pada nista di hadapan Allah...ada generasi yg sangat cinta kepada Allah dan Allah pun mencintainya...aksi damai..generasi yg berciri tiga hal,pertama lemah lembut sesama muslim...tegas dg kafir..Al Maidah 54...kedua : orientasi berjihad di hadapan Allah...sudah  sempurna kalimat Allah..jangan dibandingkan dg ayat konstitusi...ketiga: tidak takut dicela dan dibully oleh para pencela.

Refleksi dari Buya Hamka
Tuan...
Janganlah heran jika umat ini mencintai Al Quran lebih daripada mencintai hidupnya sendiri. Sebab kami hina dan hidup gelap gulita kalau bukan karena Al Quran.

Tuan...
Jangan pula heran mengapa bangsa ini mencintai Al Quran. Sebab Al Quran-lah yg mengajari kami akan harkat dan martabat kami sebagai manusia. Al Quran pula yg mengajari kami untuk mencintai perdamaian dan mencintai kemerdekaan lebih dari apa pun.

Tuan...
Jika bukan karena rakyat, yg di dalam hatinya bersemayam Al Quran, maka niscaya masih ada warna biru di bendera (merah putih) negeri ini.

- Buya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, HAMKA


0 komentar:

Posting Komentar