a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Minggu, 30 November 2014

DUMAI PUNYA KITA, MAU DIBAWA KEMANA ?

Baru - baru ini telah dilaksanakan sebuah diskusi terbuka, dengan tema "Dumai punya kita, mau dibawa kemana ?" Yang diselenggarakan oleh Fokus Diskusi Publik. Jika melihat tema yang di usung tentunya ada sebuah harapan besar, akan lahir suatu pemikiran dan pandangan bersama tentang visi Dumai kedepan. 

Untuk melahirkan sebuah visi besar, yang merupakan gambaran keinginan atau cita - cita masyarakat Dumai tentunya tidak cukup hanya sekali diskusi, perlu ada diskusi - diskusi berikutnya yang melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada, sehingga visi yang muncul merupakan visi bersama. Maka bersama sama pula seluruh komponen masyarakat menyukseskan visi tersebut sesuai dengan kewenanang masing - masing. Dengan kewenangan terbesar ada pada kepala daerah. Kepalah daerahlah nanti yang akan mengkoordinir, kepala daerah bersama anggota DPRD mengarahkan kebijakan anggaran pada percepatan capaian visi bersama tersebut.

Adalah benar undang - undang menyebutkan bahwa seorang calon kepala daerah harus menyampaikan visi misinya dan jika terpilih visi misinya tersebutlah yang akan dijalankan. Namun demikian saya berpandangan bahwa alangkah eloknya jika calon kepala daerah dalam membuat visi dan misi mengacu pada keinginan masyarakatnya, bukan pada keinginan pribadi.

Ide ini bukan tanpa alasan, ada beberapa pertimbangan yang melatar belakangi pemikiran tersebut, antara lain :

  1. Kepala daerah hanya memiliki waktu jabatan selama 5 (lima) tahun, itu merupakan waktu yang relatif singkat untuk mewujudkan sebuah visi. Tidak ada jaminan jika kepemimpinan berganti visi yang ada tetap dilanjutkan. Sehingga kerja - kerja besar yang belum selesai akan terbengkalai dan digantikan dengan program baru, begitu seterusnya yang pada akhirnya rakyat lah yang menanggung akibatnya. Hal ini terbukti, ketika pemerintah Kota Dumai hari ini secara sepihak menghentikan pelaksanaan proyek air minum dengan berbagai alasan yang sulit untuk diterima telah menyebabkan kerinduan masyarakat Dumai untuk memperoleh air bersih dengan mudah dan murah menjadi tertunda, bukan itu saja, infrastuktur air minum yang sudah terpasang bahkan hancur oleh pekerjaan lain, ratusan milyard uang negara hilang sia - sia. 
  2. Jika visi yang dilaksanakan adalah visi hasil kesepakatan setiap elemen masyarakat, maka siapapun yang menjadi pemimpin, punya kewajiban untuk mengarahkan program - program kerjanya kepada pencapaiaan visi dimaksud.
  3. Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan akan muncul program - program yang menjawab kebutuhan masyarakat, bukan daftar keinginan kepala daerah dan dinas serta instansi lainnya.
Itu beberapa alasan bagi penulis untuk terus menyuarakan perlunya Kota Dumai memiliki sebuah Visi bersama, visi besar untuk kesejahteraan masyarakat Dumai. Apalah artinya Dumai menjadi sebuah Kota yang maju, disegani oleh daerah lain atau bahkan negara lain jika orang - orang yang ada di dalamnya tidak terangkat satatus sosialnya. Berubah dari pra sejahtera menjadi sejahtera. Allahu'alam.

0 komentar:

Posting Komentar