a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Sabtu, 20 September 2014

POLITIK JURUS DEWA MABUK

Ilustrasi
Masih ingat film kung fu yang dibintangi Jackie Chan, Drunken Master ? Ini salah satu film kesukaan saya, melihat jurus yang dimainkan dewa mabuk sangat mengasyikkan, sebuah gerakan yang terlihat tidak beraturan dengan pola yang tidak jelas justru membuat jurus mabuk ini menjadi sangat mematikan.

Karena hebatnya jurus mabuk ini maka tidak heran jika hari ini kita menyaksikan penerapan ilmu jurus mabuk tidak lagi hanya sebatas urusan bela diri, tetapi sepertinya dunia politik di tanah airpun telah menerapkan jurus dewa mabuk ini. Hebatnya lagi jurus dewa mabuk di dalam dunia politik yang dimainkan oleh elit - elit politik tanah air, bukan saja berhasil membuat lawan tanding yang bingung tetapi "penonton" juga ikut - ikutan bingung. Apalagi jika melihat seluruh pemainnya sudah memnggunakan jurus yang sama, jurus dewa mabuk. Langkah - langkah yang diambil sangat tidak terduga, sepertinya kekiri eh ternyata kekanan, dikira maju ternyata mundur. 

Memang benar bahwa politik itu dinamis, dapat berubah - ubah sesuai dengan waktu dan keadaan tetapi bukan berarti politik mengabaikan konsistensi sebuah perjuangan, karena bagaimanapun konsistensi sebuah perjuangan sangat didambakan rakyat Indonesia. Tidak mungkin sebuah perjuangan akan memperoleh goal jika yang memiliki otoritas untuk memperjuangkannya tidak bisa menjaga konsistensinya.

Dinamisnya gerakan politik tetap tidak boleh keluar dari rel yang yang sudah disepakati oleh komunitas masing - masing, bergerak dengan tetap memperhatikan etika politik. Dari manuver politik yang ada hari ini sepertinya banyak pemain yang tidak lagi peduli dengan yang namanya etika politik, yang ada dalam benak mereka yang penting hajat tercapai, sayangnya hajat yang dimaksud adalah hajat pribadi bukan lagi hajat orang banyak. Maka jadilah yang kita saksikan hari ini sebuah pertunjukan drama politik jurus DEWA MABUK. 

Drama politik hari ini telah berhasil membuat banyak orang menjadi puyeng, termasuk saya (meskipunpun saya masih aktif didunia politik) puyeng dan mual menyaksikan jurus - jurus yang dimainkan elit - elit politik pusat. Entah sampai kapan jurus ini akan tetap digunakan, Barangkali menunggu "arak" sebagai sumber kekuatan jurus ini habis. Entahlah.

2 komentar:

  1. Selamat sianag Mas Samsul. kunjungan Perdana nih Mas..
    Oh ya follow back sucesful.. Unik keywords artikelnya Mas
    Politik Jurus dewa Mabok.. boleh juga ngasih Judulnya.*salam santun/sejahtera

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas atas kunjungan dan folbacknya, salam kenal.

      Hapus