a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Rabu, 06 Agustus 2014

GEMBIRA DI IDUL FITRI, SALAH ?

Hari raya itu identik dengan kegembiraan, hari raya apapun itu tidak terkecuali Idul fitri. Oleh sebab itu maka kegembiraan dalam merayakan Idul Fitri adalah suatu hal yang wajar, justru menjadi tidak wajar jika kita tidak ikut bergembira. Hanya saja patut bagi kita untuk instropeksi diri, kenapa kita gembira ? Karena jangan sampai kegembiraan yang kita rasakan seperti layaknya orang yang baru lepas dari belenggu terali besi.
Gembira karena tidak ada lagi hal - hal yang membatasi setiap gerak langkah, perbuatan maupun perkataan. Gembira karena banyak hal yang biasanya kita lakukan terpaksa kita hentikan karena bulan Ramadhan dan dengan berlalunya ramadhan maka hal - hal tersebut kembali bisa kita lakukan.


Beberapa contoh perilaku yang salah tersebut :

  • Sering kita saksikan ketika ramadhan, ramai orang yang mendadak tampil religius dengan meninggalkan pakaian yang mengumbar aurat, ramai yang berhijab. namun sangat disayangkan, ketika ramadhan berlalu maka hijab pun lepas. Bukan kah menutup aurat itu merupakan suatu kewajiban yang bukan hanya berlaku ketika bulan ramadhan ? sebagai mana yang dikatakan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist 
" Wahai anakku Fatimah ! Adapun perempuan - perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki - laki yang bukan mahramnya". (HR Bukhari dan Muslim)

dari hadist tersebut diatas jelas sekali bahwa berhijab bukan hanya pada saat puasa, melainkan sepanjang masa. Ini merupakan salah satu contoh kegembiraan yang salah, puasa merasa tertekan karena harus tampil sopan, setelah puasa merasa bebas sebebas - bebasnya. Bebas mengumbar aurat kemana - kemana.

  • Masjid dan Mushallah selalu ramai oleh jamaah setiap waktu, lima waktu sehari semalam. Namun seiring berlalunya Ramadhan Masjid dan Mushallah kembali sepi, hanya sedikit sekali yang masih setia Shalat tepat waktu dan berjamaah, sebagian besar umat beranggapan seolah - olah hal tersebut tidak perlu lagi. Timbul rasa gembira dengan masuknya Syawal karena tidak perlu lagi sering - sering ke masjid atau mushallah cukup setiap Jumat saja.
Itu hanya sedikit contoh yang terjadi, masih banyak hal - hal lain seperti Berbohong tidak lagi menjadi pekerjaan yang salah, bergaul secara bebas antara laki - laki dan perempuan kembali dilakukan. Tidak perlu lagi tadharus Al - Qur'an dan lain - lain.

Jika kegembiraan yang kita rasakan adalah kegembiraan karena merasa seolah - olah banyak hal yang menjadi larangan pada bulan ramadhan sudah boleh kita lakukan di luar ramadhan, maka inilah kegembiraan yang salah. Jika ada perasaan atau pikiran bahwa saya sudah boleh begini, sudah boleh begitu, maka segeralah kita Isthigfar memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita kekuatan iman untuk senantiasa dapat menjalankan seluruh perintahNya dan menjahui laranganNya. Amin.

2 komentar:

  1. Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Bathin Pak ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama - sama, mohon maaf lahir bathin juga...

      Hapus