a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Sabtu, 22 Juni 2013

DUMAI BERKABUT


Kota Dumai kembali berkabut, kali ini kondisinya lebih parah jika dibandingkan dengan kejadian serupa beberapa waktu yang lalu, disamping waktunya yang cukup lama yakni lebih kurang seminggu yang lalu dan belum ada tanda - tanda akan berakhir, justru semakin hari kondisinya semakin memburuk, kabut asap kali ini juga disertai dengan abu - abu kebakaran yang beterbangan sehingga membuat kotor bangunan, kendaraan dan semua yang disinggahinya. Belum lagi dampaknya terhadapa kesehatan, seperti ISPA.
Dan yang langsung terasa dampaknya adalah mata yang perih
akibat asap tersebut. Jangan ditanya kerugian materi yang di alami petani, puluhan bahkan ratusan juta habis, ini semua akibat perbuatan orang - orang yang tidak bertanggung jawab, ingin membuka perkebunan dengan cara gampang, tanpa memikirkan dampatnya bagi orang lain.
Gbr ini diambil pukul 10.30 WIB

Seorang teman yang baru pulang dari lokasi kebakaran menyebutkan bahwa, melihat besarnya api mustahil rasanya dapat dipadamkan jika hanya mengandalkan tenaga manusia, lahan gambut yang cukup dalam menyulitkan petugas dan masyarakat untuk bergerak cepat, sebab jika salah melangkah bisa berakibat fatal terperosok kedalam  tanah yang didalamnya ada api yang menyalah. Harapan terbesar saat ini adalah turunnya hujan lebat. Sehingga derita ini segera berakhir.

gbr ini diambil pukul 14.30 WIB
matahari enggan menampakkan wujudnya

Jika kita mau sedikit berpikir dan instropeksi diri, sebenarnya bencana ini adalah akibat dari manusia itu sendiri yang terlalu rakus, tidak lagi peduli dengan keseimbangan alam, hampir tidak ada lagi hutan yang tersisa, jika masyarakat memiliki kebun sawit 2 sampai 4 hektar, maka perusahaan memiliki ribuan hektar tanpa tanaman penyeimbang. Sawit merupakan tanaman yang sangat tinggi kebutuhan airnya, sebatang bisa menyerap 10 liter perhari, bisa dibayangkan jika ribuan hektar sawit, maka gambut akan semakin kering dan semakin mudah terbakar. Oleh sebab itu, peran pemerintah sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan regulasi diharapkan secepatnya membuat aturan tentang tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan (atau apapun namanya). Yang pasti alam harus kita selamatkan, agar bencana kebakaran dan juga banjir bisa dikurangi.

2 komentar:

  1. inilah bukti salah satu keteledoran pemerintah dalam mengelola alam sehingga menyebabkan polusi asap yang juga menyerang negara tetangga kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali pak, dan biasanya tidak pernah ada yang ditindak atas kesalahan pembakaran hutan.

      Hapus