a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Minggu, 20 Mei 2012

MEDAN ILMU

Sesuai janji saya pada postingan terdahulu  KOTA BHARU KELANTAN, bahwa saya akan berbagi apa yang saya peroleh pada majelis Ilmu yang diadakan setiap Jumat pagi oleh PAS Kelantan. Lokasi kegiatan berada di jalanan depan sekretariat PAS, tiga buah tenda besar di pasang dua untuk laki - laki dan satu untuk perempuan, beberapa ruas jalan terpaksa di tutup, termasuk jalan depan hotel tempat kami menginap. Karena kegiatan ini rutin diadakan dan tempatnya tetap, maka orang - orang menyebut tempat ini  MEDAN ILMU. Judul postingan saya kali ini diambil dari nama tersebut.
Pagi - pagi sekali di lokasi tersebut sudah mulai terlihat ramai terutama para pedagang yang sibuk memasang tenda - tenda kecil, dagangan mereka pun bervariasi namun yang dominan adalah perlengkapan ibadah, ada juga kurma dan air zam - zam.


_oOo_

Berikut ini ringkasan ceramah yang disampaikan oleh beberapa orang ulama negeri Kelantan.
 
Ilmu adalah sesuatu yang tak ada habisnya, Ilmu akan terus berkembang seiring berkembangnya zaman, oleh karenanya kita sebagai manusia wajib hukumnya belajar dan terus belajar. Terutama belajar Islam, belajar islam bukan hanya untuk difahami saja tetapi harus dilaksanakan dalam kehidupan kita yang pada masanya nanti Islam dapat kita laksanakan secara kaffa, dalam segala bidang kehidupan. Ilmu yang kita dapat bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi wajib bagi kita untuk meneruskan kepada saudara - saudara kita yang belum faham.

Dan satu hal bahwa Ilmu itu sesungguhnya bukan hanya apa yang ada di buku, ilmu juga ada disekililing kita ada kalanya dari pengalaman kita sendiri, dalam hal memilih pemimpin misalnya, kita sepertinya tidak mau belajar dari kesalahan yang lalu, ketika kita menentukan pilihan karena suatu imbalan maka hampir dipastikan kita akan kecewa, kenapa ? banyak pemimipin yang terpilih karena duit tidak dapat bekerja dengan baik sebab mereka memang tidak punya kemampuan, mereka juga cendrung tidak amanah, yang mereka lakukan adalah bagaimana mengembalikan modal yang sudah terpakai. Kemudian kita akan ramai – ramai menghujat pemimpin yang seperti ini. Namun sayangnya kita tidak pernah mau belajar, ketika tiba saatnya kita harus memilih lagi, Pemimpin yang seperti ini kembali kita pilih hanya karena materi yang diberikan, kita lupa bahwa kita pernah dikecewakan. Kita lupa bahwa ternyata mereka tidak memiliki kemampuan, mereka hanya beruntung karena memiliki harta yang banyak yang bisa dibagi – bagikan dan mereka juga beruntung karena kita tidak cerdas dalam menentukan pilihan.

Inilah bukti bahwa masih ramai saudara – saudara kita yang tidak memiliki ilmu, karena hanya orang yang tidak berilmulah yang bisa masuk kedalam lubang yang sama dua kali.

Dalam hal memilih pemimpin  kita perlu tahu kepribadian calon pemimpin, apakah dia orang yang amanah ? apakah dia orang yang mengerti akan  rakyatnya? Jangan  ketika rakyat susah dia malah berfoya – foya. Dan satu hal yang paling penting adalah, pemimpin haruslah orang yang bertaqwa, baik ahklaknya serta memiliki kemampuan dalam memimpin, bukan karena dia berduit. Sahabat, ketika saya mendengar dan mencatat beberapa poin penting diatas, saya teringat akan kampung halamanku, bahwa perilaku seperti apa yang saya sebutkan diatas sama dengan apa yang terjadi dikampungku, maka tidak heran jika kemudian banyak pemimpin yang tidak tahu harus berbuat apa. Demikian juga halnya wakil rakyat, banyak yang diam saja karena tidak tahu apa yang mau dikatakan. Inilah kenyataan yang kita hadapi hari ini, persoalannya adalah sampai kapankah kita akan tetap begini? Allahu'alam.

0 komentar:

Posting Komentar