a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Selasa, 08 Mei 2012

ETIKA DALAM BERORGANISASI

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti watak atau karakter. Dalam bahasa sehari - hari biasa juga disebut etiket yang berarti cara bergaul dan berperilaku yang baik. Etika dalam berorganisasi sangatlah penting, karena ketiadaan etika akan memunculkan masalah - masalah rumit yang sulit diatasi.

Seseorang yang menjadi anggota suatu organisasi haruslah memahami dan melaksanakan etika dalam berorganisasi dengan sebaik - baiknya. seperti, melaksanakan tugas dan wewenang yang diberikan, melaksanakan kebijakan
organisasi yang telah disepakati, membangun etos kerja yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja organisasi, dan yang tak kalah pentingnya,
seorang anggota organisasi haruslah dapat menanamkan dalam diri masing - masing bahwa semua orang yang tergabung dalam wadah yang sama sesungguhnya adalah saudara yang merasa senasib sepenanggungan, menyadari bahwa keberhasilan yang diraih adalah keberhasilan bersama, kegagalan yang didapat adalah kegagalan bersama bukan orang perorang. 


Adalah hal yang menggelikan jika kemudian ada anggota apalagi pengurus sebuah organisasi yang berpikir, jika sebuah program berhasil maka itu adalah keberhasilan seorang Pemimpin (ketua) dan itu hanya akan membuat citra pemimpin tersebut menjadi lebih baik. Dan lebih menggelikan lagi jika kemudian ada upaya dari dalam organisasi sendiri untuk menggagalkan sebuah program hanya karena tidak ingin pimpinannya dianggap berhasil. Inilah contoh dari orang - orang yang berpikiran sempit cendrung picik dan sama sekali tidak memiliki etika dalam berorganisasi. Saran saya kepada pembaca, jika kebetulan dipercaya menjadi pemimpin sebuah organisasi dan bertemu orang yang seperti ini sebaiknya jangan dipakai sebagai pengurus.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan etika dalam berorganisasi yang saya ketahui, jika ada hal - hal lain yang ingin ditambahkan sehubungan etika dalam berorganisasi silahkan berikan komentar anda. Insya Allah berbagai karakter orang dalam berorganisasi akan saya sampaikan dalam tulisan lainnya.



8 komentar:

  1. Kadang2 ego menguasai seseorang sehingga antara pemimpin dan yg dipimpin saling mempertahankan egonya masing2, bung samsul...hehe, kok sma2 samsul?

    BalasHapus
  2. Betul sekali bung Edy.. (saya panggil bung Edy aja biar beda) hehehe.

    BalasHapus
  3. kalau sekarang..sudah sulit melihat secara realita organisatoris yang sejati..yang ada hanyalah oknum yang memanfaatkan organisasi untuk tujuan pribadi..salam :)
    btw-izin follow #13 ya :) sekalian cek link sobat di my friendship blogroll

    BalasHapus
  4. Sobat Hariyanto, terima kasih kunjungannya n terimakasih juga uda follow.

    BalasHapus
  5. Cuma 1 aja yang harus di luluhkan dalam berorganisasi yaitu Ego.

    owh ya sob,,,di tunggu follbacknya,,,mkasih

    BalasHapus
  6. @infobisabanget, betul sekali, kadang ego dapat menghilangkan rasionalisme kita dalam bersikap.Dan terima kasih kunjungannya... o ya uda saya follback tu..

    BalasHapus
  7. Etika, dalam berbagai dimensi hablumminannas memang seharusnya kita teguhi. Dalam berorganisasi dibutuhkan jiwa besar, bukan egoisme dan keinginan untuk menonjolkan diri sendiri.
    Nice share, sahabatku...

    BalasHapus
  8. ya benar mas. Dalam sesuatu organisasi harus ada kesepakatan ato lebih enak disebut sebagai kerjasama.

    Pengurus harus juga menerima ide daripada orang bawahannya, begitu juga sebaliknya. Tanpa kesepakatan, sesuatu organisasi menjadi rapuh.

    Maaf mas.. saya coba menulis sebaik mungkin dalam bahasa Indonesia..

    Salam dari Malaysia..

    BalasHapus