a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Kamis, 17 Mei 2012

EMPAT PULUH TAHUN USIAKU


Ini kali kedua aku berulang tahun ditempat orang, jauh dari kelurga. Kalau tahun lalu aku berada di Batam, maka tahun ini disaat usiaku genap 40 tahun aku berada di Kota Bharu negeri Kelantan, Malaysia. Sebenarnya tidak ada yang istimewa, karena memang aku termasuk orang yang tidak pernah dan memang tidak suka merayakan hari lahir dengan hal – hal yg istimewa.

Kali ini, jika ada yang istimewa itu bukan karena tempat atau acaranya melainkan usia 40 nya itu yang menurutku istimewa. Kenapa istimewa ?

Pertama, usia 40 berdasarkan hasil kongres pemuda sudah tidak termasuk kategori pemuda lagi. Untuk itu sadarlah kau Samsul, bahwa kini kau tidak muda lagi, artinya jika selama ini masih ada hal – hal yang kurang baik yang engkau lakukan maka tinggalkanlah. Pola pikir, ucapan , sikap dan tindakan mestilah bertambah dewasa seiring dengan bertambahnya usia. 


Kedua, banyak yang mengatakan bahwa jika usia 40 seseorang belum mampu berubah kearah yang lebih baik maka sangat tipis kemungkinan akan berubah sampai ajal menjemput kita. Oleh sebab itu Samsul, jadikanlah momentum hari lahirmu ini sebagai hari kebangkitanmu dengan cara memperbaiki kualitas diri terutama Iman-mu. Sadarlah perkara Dunia akan ditinggalkan, hanya menunggu waktu. Ingatlah bahwa sebaik – baik bekal adalah Taqwa. Disisa usia yang ada pergunakanlah sebaik – baiknya untuk peningkatan kualitas hubungan sesama manusia (hablum minannas) dan hubungan dengan Tuhan-mu (hablum minallah). 

Disini, dikamar Hotel ini aku merenung, bertanya pada diri sendiri, apakah aku bisa lebih baik dari hari ini ? Apakah dosa dan salah yang aku lakukan selama ini bisa tertutupi oleh kebaikan (jika ada) yang aku lakukan, baik kepada keluarga, sahabat, tetangga dan lainnya ? Bagaimana hubunganku dengan Allah sang pencipta? Bagaimana tanggung jawabku sebagai anak? Bagaimana tanggung jawabku sebagai seorang suami dan sebagai seorang ayah? Begitu banyak pertanyaan yang muncul dan ketika hati kecilku menjawab dengan jujur, ternyata dalam 40 tahun usiaku masih banyak kesalahan yang aku lakukan, begitu banyak dosa yang sudah kuperbuat, kepada orang tua, keluarga, teman, sahabat dan kepada Allah SWT. 

Ampuni aku ya Allah, ampuni segala dosa – dosaku. Begitu sering aku mengabaikan perintah-Mu dan begitu sering aku melanggar larangan-Mu. Maafkan aku ibu, aku kadang membantah, kalau engkau menyuruhku aku selalu mengatakan : nantilah. Seabagai anak, aku tak patuh padamu. Maafkan aku istriku, kadang aku marah, bahkan membentakmu. Maafkan Ayah nak, kadang ayah menyakitimu, keinginan ayah untuk melihat engkau tumbuh sebagai orang yang sempurna membuat ayah kadang berlebihan dalam mendidikmu. Maafkan aku teman, kadang dalam canda ada hati yang tergores, mungkin juga kebohongan yang tak perlu. Maafkan aku, tanpa maaf kalian semua maka tiada ampunan dari Allah buatku. Sekali lagi maafkan aku. Maafkan aku. 

Kota Bharu , 17 Mei 2012

4 komentar:

  1. Selamat Ultah, iyaaa... maaf bila terlambat ucapkan.
    Nampaknya saya harus menyetujui, Saudaraku, bahwa usia 40 menjadi tonggak kita mengawali hidup sebagai "orang dewasa" yang berwatak. Kesadaran diri tentang kekurangan, adalah basis mencapai ridho Ilahi Robbi.
    Salam sahabat...!

    BalasHapus
  2. cahNdeso@ Terima kasih sobat, mudah - mudahan kita semua diberi kekuatan oleh-Nya untuk senantiasa berbuat kebaikan...

    BalasHapus
  3. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu.. Wah, bestnya bisa melawat ke Malaysia..

    BalasHapus
  4. annadinara@ terima kasih.. Amin.

    BalasHapus