a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Sabtu, 07 April 2012

DUMAI TERENDAM


Masalah banjir di kota Dumai, merupakan sebuah permasalahan yang tidak pernah ada habisnya, dan akan tetap seperti itu ketika kita tidak pernah serius dalam mengatasinya. Persoalan banjir hanya dibicarakan ketika banjir itu sudah datang, bagaiman mungkin kita bisa berpikir rasional ketika kita dalam keadaan panik, maka jangan heran jika kemudian beberapa waktu yang lalu ada pemimpin daerah yang mendatangkan mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi banjir dengan cara menyedot air banjir tersebut. Sebuah langkah yang sangat tidak populer.
Atau ada juga yang membuat kanal tanpa tahu mau dialirkan kemana, akibatnya apa ? Hanya menciptakan sarang nyamuk.


Saat ini, ketika musim hujan tiba, lagi - lagi sejumlah wilayah di Kota Dumai kembali terendam banjir. Hal ini tentunya menambah penderitaan rakyat. Permasalahan ini bukanlah hal baru, melainkan selalu terulang setiap musim hujan tiba. Ironisnya pemerintah sepertinya tidak peduli, kalaupun ada itu hanyalah kepedulian yang sesaat. Jika kita melihat APBD saat ini, memang benar ada beberapa kegiatan yang dimaksudkan untuk mengatasi banjir, persoalannya adalah, apakah kegiatan tersebut akan mampu mengatasinya? Sudah adakah Grand Design atau Master Plan yang bersifat menyeluruh? Allahualam bissawab

Mengatasi persoalan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, membangun drainase tanpa diawali dengan perencanaan menyeluruh tidak akan menyelesaikan masalah, boleh jadi hanya memindahkan masalah, wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir menjadi kering, sementara yang selama ini kering menjadi banjir. Oleh karena itu perencanaan yang menyeluruh mutlak dilakukan.

Berikut ini beberapa saran untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Dumai, yang saya kutip dari beberapa  sumber  :

1. Master Plan, sangat penting untuk mengetahui elevasi, sehingga airnya tidak bingung mau mengalir kemana.

2. Membangun kanal yang melingkari Kota, hal ini dimaksudkan untuk memecah air kiriman dari darat.

3. Membangun tanggul dan pintu air untuk mencegah air pasang masuk.

4. Membangun Water Pond/Kolam Air, untuk menampung air jika musim hujan dan pasang besar datangnya   bersamaan.

5. Melakukan penghijauan pohon sebanyak - banyaknya, yang nanti akan berfungsi sebagai daerah resapan.

6. Membuat sumur - sumur resapan dipemukiman warga yang rawan banjir.



Semua itu tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit, pendanaan dengan sistem tahun jamak barangkali dapat dijadikan alternatif. Inilah beberapa hal sebagai kritik maupun saran saya sebagai salah seorang anak Dumai. Selanjutnya jika ada tambahan saran ataupun kritik buat saya silahkan berikan komentar. Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar