a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Kamis, 05 Januari 2012

Pesan Buat Kader PPP, dalam rangka Harlah yang ke-39


Mengawali tulisan ini izinkan saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-39 Partai Persatuan Pembangunan kepada seluruh pengurus, kader, anggota dan simpatisan partai. Usia ke-39 bagi sebuah partai politik bukanlah usia yang muda, sejak dilahirkan pada tanggal 5 Januari 1973, PPP sudah mengikuti delapan kali Pemilihan Umum. Dan dari delapan kali pemilihan umum tersebut tidak sekalipun PPP mampu tampil sebagai pemenang pertama, padahal PPP lah satu - satunya partai politik yang berazaskan Islam pada saat orde baru,
jika kemudian kita katakan pada saat itu partai politik sulit berkembang karena dikebiri oleh penguasa, maka pertanyaanya adalah, bagaimana ketika era reformasi PPP juga tetap tidak mampu bangkit? Bahkan cendrung menurun dari pemilu ke pemilu? Banyak ragam jawaban yang akan kita peroleh, ketika pertanyaan tersebut kita ajukan. Dan hampir seluruh jawaban cendrung mencari kambing hitam.

Sebagai seorang kader partai yang kebetulan saat ini dipercaya menjadi pengurus ditingkat cabang, saya sangat prihatin dan cemas melihat gejala - gejala yang tidak baik bagi perkembangan PPP ke depan. Secara organisasi, nyaris tidak ada kekurangan bagi PPP, semua persyaratan bagi sebuah partai politik untuk berkembang sudah dimiliki, mulai dari pengalaman yang sudah delapan kali ikut pemilu, struktur organisasi yang lengkap hingga tingkat kelurahan, dana yang memadai (kalau tidak bisa kita bilang cukup) untuk operasional partai (hampir seluruh cabang punya anggota dewan), lahir dari ulama, berazaskan Islam yang nota bene sebagai mayoritas di Indonesia, berlambangkan Ka'bah yang semua orang hafal dengan lambang tersebut. Jika begitu dimana lagi kurangnya PPP sehingga tidak mampu bangkit dari keterpurukan ini? Belum lagi jika kita bicara garis perjuangan partai yang sampai hari ini tetap istiqomah memperjuangkan penegakan Syari'at Islam.

Saya pernah mendapat pertanyaan yang kira - kira bunyinya begini, "Jika PPP itu betul - betul memperjuangkan umat dengan penegakan Syariat Islam, kenapa Allah tidak bantu? Biarlah orang pakai duit, tapi jika Allah gerakkan hati kita maka duit itu tidak ada apa - apanya, pasti orang akan ramai memilih PPP. Bukankah pendukung PPP juga sudah bekerja, kalau diam - diam saja pasti Allah tidak akan bantu, tapi ini sudah berusaha juga dan tetap belum dibantu?" Saya tidak menjawab pertanyaan tersebut, akan tetapi saya gunakan sebagai bahan instropeksi diri serta melihat disekeliling saya, dan Alhamdulillah saya dapatkan jawabannya. Orang kampung saya bilang, "CAKAP TAK SERUPA BUAT". Kita terlalu pandai berorasi, tapi tidak cukup pandai melaksanakan apa yang kita ucapkan, seolah - olah ucapan kita hanya untuk orang yang mendengarkan, bukan untuk kita.

Berikut ini beberapa fakta yang terjadi di hampir seluruh tingkatan :

1. Ideologi tidak lagi menjadi hal yang dinomor satukan, kita selalu bicara tentang ideologi, tetapi berapa banyak fungsionaris partai yang tidak lagi menjadikan ideologi sebagai garis perjuangan? Hari ini bukan saja masyarakat umum yang terjebak dalam politik transaksional, pengurus partaipun sudah ikut - ikutan. Pengurus partai selalu berteriak tentang bahayanya fragmatisme, tetapi nyatanya siapa yang yang lebih fragmatis?

2. Ketika kita bicara tentang penegakan Syari'at Islam, kita justru dihadapkan pada kenyataan, bahwa ternyata masih banyak fungsionari partai yang tidak faham atau pura - pura tidak faham dengan Syari'at Islam itu sendiri, mulai dari cara berpakaian, berbicara dan bersikap masih banyak yang jauh dari nilai - nilai Islam. Bukankah seharusnya sebagai kader partai Islam, kita harus mampu memberi contoh bagaimana menjadi muslim/muslimah yang baik?  Maka jangan heran ketika ada yang mengatakan apa bedanya partai islam dengan partai yang bukan Islam?

Mencermati hal tersebut diatas, sudah seharusnya kita semua sebagai fungsionaris dan kader partai pada ulang tahun yang ke-39 ini melakukan instrofeksi diri, jangan - jangan ada yang salah pada diri kita yang berjuang membangun PPP untuk kemajuan umat, sehingga Allah SWT belum mau menjadikan PPP sebagai pemenang pada Pemilihan Umum. Kita semua tentu punya salah dan dosa, sudah saat nya kita semua memperbaiki diri dengan berjanji untuk tidak lagi melakukan hal - hal konyol yang dapat menyebabkan kita termasuk pada golongan orang - orang munafik, bicara tentang kebaikan sementara kita sendiri tidak baik. Mari kita perbaiki niat kita berpartai, yakinlah Insya Allah dengan dengan niat ikhlas apa yang menjadi perjuangan kita akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar