a
Selamat Datang di Blog Pribadi Samsul Bahri - Hadir Untuk Berbagi

Senin, 04 Juli 2016

SELAMAT JALAN RAMADHAN

Ramadhan, hari ini 30 hari sudah engkau hadir, esok engkau akan pergi meninggalkan kami. Sedih rasanya akan berpisah denganmu, kebersamaan kita begitu cepat berlalu, ya... sebulan sangat singkat apalagi begitu banyak oleh - oleh yang ebgkau bawa belum kami sentuh. Sedih rasa ketika menyadari bahwa sebagai tamu yang sangat istimewa justru tidak kami perlakukan dengan istimewa.

Masih ada prasangka tak baik dalam hati, masih ada kata yang tak pantas terucap, pandangan belum di tundukkan, telinga masih suka mendengar yang tak baik, badan masih bermaksiat. Tidak banyak waktu yang terpakai bersamamu, kalah oleh kesibukan duniawi. Kami terlalu takut jika tak dapat THR, kami tak pernah takut jika tobat dan amal kami di tolak. Kami terlalu sombong seolah - olah pasti akan bertemu lagi denganmu pada tahun yang akan datang, padahal kematian bisa datang kapan saja dan itu artinya ini adalah pertemuan kita yang terakhir.
Sungguh kami orang yang merugi tapi kami tak sanggup menerima siksa Raja mu, Allah Azza wa Jallah, maka berikanlah safaatmu kelak di hari perhitungan. Agar dapat kami bersama - sama dengan saudara kami yang beruntung masuk kedalam Syurga nya Allah SWT melalui pintu Ar Rayan.
Selamat jalan Ramadhan, kami akan selalu merinduimu.


Read More

Sabtu, 02 Juli 2016

RAMADHAN PERGI, SEDIH ATAU GEMBIRA ?


Hari ini 27 Ramadhan, itu artinya tamu istimewa Ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita dan Syawal akan datang menggantikannya. Kegembiraan akan datangnya syawal sudah terasa, dimana - dimana orang sibuk mempersiapkan diri menyambutnya. Baju baru, kue mueh hingga perabotan di siapkan sedemikian rupa, bahkan rumah sudah berganti cat. Pusat perbelanjaan ramai, jalanan padat merayap. Begitulah antusiasnya kita menyambut datangnya Syawal.

Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang membuat kita begitu gembira dan merasa bahagia ? Merasa menang sudah berhasil melawan hawa nafsu ? Atau gembira & bahagia karena dosa sudah di ampuni ? Atau jangan - jangan kita gembira & bahagia karena tidak puasa lagi. Sehingga merasa bebas sebebasnya ? Allahu a'lam. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Rasulullah dan para sahabat serta salafus shaleh. Orang - orang pilihan tersebut sangat bersedih ketika Ramadhan akan pergi. Bulan yang sangat istimewa dimana amal kebaikan di lipat gandakan balasannya, doa dikabulkan dan dosa di ampuni.

"Kalau sekiranya umatku mengetahui segala (kebaikan) didalam bulan suci Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun itu menjadi Ramadhan”, dikarenakan semua kebaikan itu berkumpul di bulan suci Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua doasanya diampuni dan surga senantiasa merindukan mereka” (HR. Ahmad).

Mereka semua, Rasullah dan para sahabat serta salafus shalih menyadari betul bahwa belum tentu umur mempertemukan kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Sehingga kesedihan yang mereka rasakan begitu mendalam. 

Bagaimana dengan kita ? Sebelum kita gembira dan bahagia menyambut datangnya syawal ada baiknya kita instropeksi diri sudah betulkah puasa kita ? Sesungguhnya orang puasa adalah yang mempuasakan seluruh anggota badannya dari dosa, dan mempuasakan lisannya dari perkataan dusta, kotor, dan keji, mempuasakan perutnya dari makan dan minum, dan mempuasakan kemaluannya dari jima’.Jika bicara dia berbicara dengan perkataan yang tidak merusak puasanya, hingga jadilah perkataannya baik dan amalannya shalih. Inilah puasa yang disyari’atkan Allah. Jika belum berjalan sesuai yang di syari'atkan masih ada waktu yang tersisa untuk kita maksimalkan. Janganlah kesibukan menyambut datangnya Syawal justru membuat kita merugi untuk selamanya.

Taqoballahu minkum.


Read More

Rabu, 29 Juni 2016

PILIH IBU ATAU ISTRIMU

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. 

Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan Rafi suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan
menanyakan masalahnya. 

Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan Rafi tadi malam.
Sarah kecewa karena Rafi telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening Rafi terjatuh didalam mobil. 
Sarah baru tahu, kalau Rafi selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama. 
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, Rafi membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah..., 
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu" 
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya. 
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. 
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. 
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh". 
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., 
Rafi menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. 
Rafi tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. 
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan Rafi, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Rafi meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah..., 
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jika suamimu ridho pdmu, 
    maka Allah pun Ridho.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya. 
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. 
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya. 
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. 
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja. 
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya. 
• Bekerja untuk keluarga barunya. 
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. 
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu. Kenapa? 
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.  Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. 
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya. 
Rafi ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. 
Dari uang itu ibunda Rafi hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. 
Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan Rafi sering dikeluhkannya kurang. 
Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah. 
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa. Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil 
• Menjadikan Rafi seorang sarjana, 
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang. 
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu. 
Ia orang baik nak... 
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya. 
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya. 
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...
Subhanallah....

(Sebuah kisah hasil copas dari grup WA)

* Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala. 
Insya Allah..


Read More

Kamis, 12 Mei 2016

POKOK - POKOK PIKIRAN DEWAN

Hari ini ketika saya membuka FB seperti biasa selalu ada teman yang menandai saya dalam kiriman mereka dan itu sah - sah saja. Namun kali ini berita yang di angkat membuat saya tercengang, sebuah berita dari koran Pesisir Pos tentang pokok - pokok pikiran dewan.

Saya seolah baru terbangun dari mimpi, ketika melihat sebuah kenyataan bahwa ternyata rakyat Dumai sudah sangat maju, mereka tidak lagi hanya butuh jalan yang bagus, drainase yang lancar, jempatan ataupun listrik. Tapi mereka juga butuh marka jalan, butuh fasilitas yang baik di SKPD - SKPD, dan lain - lain. yang dulu tidak pernah mereka usulkan ketika ada reses anggota Dewan.

Itu kesimpulan saya ketika melihat besaran dan program - program yang di usulkan anggota dewan melalui pokok - pokok pikirannya. Pokok - pokok pikiran anggota dewan sejatinya adalah gambaran kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya masing - masing. Pokok - pokok pikiran dewan merupakan salah satu komponen yang mewarnai sebuah APBD selain dari hasil Musrenbang dan kebijakan kepala daerah.

Saya mencoba berprasangka baik, bahwa apa yang di usulkan oleh kawan - kawan anggota dewan melalui pokok - pokok pikiran mereka merupakan usulan yang muncul dari rakyat yang di wakili. Alangkah naibnya jika kemudian usul tersebut justru muncul dari SKPD - SKPD yang apalagi jika kemudian di barengi dengan iming - iming keuntungan sejumlah materi jika program dan kegiatan tersebut masuk dalam APBD. Kalaulah itu yang terjadi maka sesungguhnya dewan telah salah menafsirkan arti kemitraan antara Komisi dan SKPD. Allahu 'alam bissawab.


Read More